DWJ Manajement - PORTAL

Danantara Siap Pangkas Perusahaan BUMN Jadi 254, Ini Tujuannya

Oleh: DWJ-Manajement 26 Aug 2026
Danantara Siap Pangkas Perusahaan BUMN Jadi 254, Ini Tujuannya

Mengapa Perlu Perampingan? Membedah Urgensi Restrukturisasi

Banyak pengamat ekonomi menilai bahwa langkah Danantara ini adalah "obat pahit" yang memang harus ditelan oleh Indonesia. Selama bertahun-tahun, pengelolaan BUMN sering kali terjebak dalam pola manajemen yang bersifat administratif ketimbang komersial. Banyak perusahaan negara yang dibentuk hanya untuk memenuhi fungsi tertentu, namun gagal bertahan dalam kompetisi pasar yang ketat.

Menghindari Tumpang Tindih Bisnis

Salah satu masalah klasik dalam struktur BUMN adalah terjadinya kanibalisme antar perusahaan negara. Misalnya, dalam sektor infrastruktur atau logistik, terdapat beberapa perusahaan negara yang memperebutkan ceruk pasar yang sama. Hal ini mengakibatkan fragmentasi kekuatan, di mana setiap perusahaan tidak mampu mencapai skala ekonomi yang cukup besar untuk bersaing dengan pemain global.

Dengan merampingkan jumlah perusahaan menjadi 254 unit, Danantara ingin memastikan bahwa setiap entitas memiliki peran yang jelas, spesifik, dan tidak saling berbenturan. Ini akan menciptakan sinergi yang lebih kuat dalam rantai pasok industri nasional.

Optimalisasi Aset Negara

Jumlah BUMN yang terlalu banyak sering kali membuat pengawasan aset menjadi lemah. Banyak aset negara yang tidak terkelola dengan maksimal atau bahkan terbengkalai karena tidak ada perusahaan yang secara khusus bertanggung jawab mengelolanya secara komersial. Melalui restrukturisasi ini, Danantara berupaya melakukan pemetaan ulang (remapping) terhadap seluruh aset negara agar dapat dikonversi menjadi nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Target 2026: Menuju Struktur Superholding yang Kuat

Pemerintah telah menetapkan tenggat waktu yang cukup ambisius, yakni akhir tahun 2026. Masa transisi selama kurang lebih dua tahun ini akan menjadi periode yang krusial bagi Danantara untuk mengeksekusi penggabungan, pemisahan, hingga penutupan perusahaan.

Proses ini diprediksi tidak akan mudah. Danantara harus menghadapi berbagai tantangan kompleks, mulai dari aspek hukum, pemindahan aset, hingga penataan sumber daya manusia (SDM). Namun, jika target ini tercapai, Indonesia akan memiliki struktur "Superholding" yang jauh lebih kuat dibandingkan saat ini.

Belajar dari Model Global: Menuju Standar Temasek

Visi Danantara untuk merampingkan BUMN sebenarnya sejalan dengan langkah yang diambil oleh negara-negara maju dalam mengelola kekayaan negaranya. Contoh paling nyata adalah Temasek Holdings di Singapura atau Khazanah Nasional di Malaysia.