Biaya Dana (Cost of Fund): Tingkat suku bunga yang fluktuatif memengaruhi kalkulasi keuntungan pelaku usaha dalam menggunakan fasilitas kredit.
Urgensi Akselerasi Kredit bagi Pertumbuhan Ekonomi
Destry Damayanti menegaskan bahwa akselerasi penyaluran kredit merupakan kunci utama untuk mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). Dalam ekonomi makro, kredit bertindak sebagai bahan bakar bagi sektor riil. Ketika kredit terserap, perusahaan dapat berinvestasi, membangun infrastruktur, menambah kapasitas produksi, dan yang paling penting, menciptakan lapangan kerja baru.
Jika dana sebesar Rp2.548 triliun tersebut tetap mengendap di sistem perbankan tanpa menyentuh sektor produktif, maka efek pengganda (multiplier effect) yang seharusnya dirasakan masyarakat akan hilang. Hal ini tidak hanya menghambat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berisiko menyebabkan inefisiensi pada sistem keuangan nasional.
Oleh karena itu, Destry mendorong adanya sinergi yang lebih kuat antara otoritas moneter, otoritas pengawas perbankan, dan pelaku perbankan itu sendiri. Langkah-langkah strategis perlu diambil agar likuiditas yang melimpah dapat dikonversi menjadi pertumbuhan ekonomi yang nyata.
Tantangan Sektor Perbankan di Tengah Ketidakpastian
Di sisi lain, perbankan memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kesehatan finansial mereka. Di tengah kondisi ekonomi dunia yang penuh dengan volatilitas, bank dituntut untuk tetap prudent atau berhati-hati dalam menyalurkan kredit. Hal inilah yang seringkali menjadi dilema: di satu sisi ingin mendorong pertumbuhan melalui kredit, namun di sisi lain harus menghindari risiko kredit macet yang dapat mengganggu stabilitas sistem keuangan.
Namun, Destry mengingatkan bahwa sikap terlalu konservatif yang berlebihan juga dapat membahayakan ekonomi secara jangka panjang. Perbankan perlu melakukan inovasi dalam model penilaian risiko (credit scoring) agar dapat menjangkau segmen pasar yang lebih luas, terutama sektor-sektor strategis yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi namun selama ini dianggap berisiko tinggi.
Beberapa langkah yang perlu diperhatikan oleh sektor perbankan meliputi:
Digitalisasi Perbankan: Mempermudah proses pengajuan dan penyaluran kredit melalui teknologi untuk menekan biaya operasional dan mempercepat waktu proses.