DWJ Manajement - PORTAL

Ekonomi RI Bisa Tumbuh Tinggi, tapi Ada Syaratnya

Oleh: DWJ-Manajement 09 Aug 2026
Ekonomi RI Bisa Tumbuh Tinggi, tapi Ada Syaratnya

Meskipun angka investasi atau Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menunjukkan tren positif, namun kualitas dari investasi tersebut perlu dipertanyakan. Investasi yang masuk harus mampu menciptakan multiplier effect (efek pengganda) yang luas, baik dari sisi penyerapan tenaga kerja ahli maupun pengembangan rantai pasok lokal. Jika investasi hanya bersifat padat modal tanpa menyentuh aspek padat karya atau transfer teknologi, maka dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan akan sangat terbatas.

Syarat Mutlak untuk Mencapai Pertumbuhan Ekonomi Tinggi

Agar Indonesia tidak sekadar "berjalan di tempat" di angka 5 persen, Didik Rachbini menekankan bahwa diperlukan transformasi struktural yang radikal. Pertumbuhan tinggi tidak datang dari kebijakan yang bersifat tambal sulam, melainkan dari perubahan mendasar pada fondasi ekonomi nasional.

Berikut adalah beberapa syarat utama yang harus dipenuhi pemerintah dan pelaku ekonomi untuk mencapai pertumbuhan tinggi:

Hilirisasi yang Berkelanjutan dan Luas: Hilirisasi tidak boleh hanya berhenti pada sektor pertambangan seperti nikel. Pemerintah harus memperluas kebijakan ini ke sektor pertanian, kelautan, dan kehutanan agar nilai tambah yang tercipta dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Revitalisasi Sektor Manufaktur: Indonesia perlu menciptakan iklim yang kondusif bagi industri manufaktur berbasis teknologi. Penguatan sektor ini akan mengurangi ketergantungan pada impor barang konsumsi dan meningkatkan daya saing ekspor.

Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM): Pertumbuhan tinggi memerlukan tenaga kerja yang produktif dan mampu mengoperasikan teknologi tinggi. Reformasi pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri modern menjadi harga mati.

Efisiensi Birokrasi dan Kepastian Hukum: Biaya logistik yang tinggi dan kerumitan birokrasi seringkali menjadi penghambat investasi. Penyederhanaan regulasi yang nyata, bukan sekadar administratif, sangat diperlukan untuk menarik investor berkualitas.

Penguatan UMKM dalam Rantai Pasok Global: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) harus didorong untuk naik kelas, dari sekadar sektor informal menjadi bagian dari rantai pasok industri besar.