DWJ Manajement - PORTAL

Eks Direktur LPS Ini Mundur Dari Komisaris Bank Woori (SDRA)

Oleh: DWJ-Manajement 17 Sep 2026
Eks Direktur LPS Ini Mundur Dari Komisaris Bank Woori (SDRA)

Eks Direktur LPS Ahmad Fajarprana Mundur dari Jabatan Komisaris Bank Woori Saudara (SDRA)

Langkah pengunduran diri ini akan diputuskan secara resmi melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mendatang.

JAKARTA - PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) kembali mengalami perubahan dalam struktur organisasi di level manajemen puncak. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Ahmad Fajarprana, yang sebelumnya menjabat sebagai salah satu anggota Dewan Komisaris, telah mengajukan permohonan pengunduran dirinya dari posisi tersebut.

Langkah ini menjadi perhatian para investor dan pelaku pasar modal, mengingat rekam jejak Ahmad Fajarprana yang cukup mentereng di sektor keuangan nasional. Sebagai mantan pejabat tinggi di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), kehadirannya di jajaran komisaris Bank Woori Saudara selama ini dianggap memberikan nilai tambah dari sisi pengawasan regulasi dan manajemen risiko perbankan.

Mekanisme Pengunduran Diri Melalui RUPS

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengunduran diri Ahmad Fajarprana tidak serta-merta langsung mengubah struktur kepengurusan perusahaan. Perusahaan perlu mengikuti prosedur tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) yang telah ditetapkan oleh otoritas jasa keuangan dan undang-undang perseroan terbatas.

Keputusan final mengenai permohonan pengunduran diri ini akan diserahkan sepenuhnya kepada para pemegang saham. Perusahaan berencana untuk menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dalam waktu dekat guna memberikan kesempatan kepada pemegang saham untuk memberikan suara terkait pengunduran diri tersebut serta merencanakan langkah strategis selanjutnya, termasuk jika diperlukan penggantian posisi komisaris yang ditinggalkan.

Dalam praktiknya, RUPS merupakan forum tertinggi dalam perusahaan di mana pemegang saham memiliki hak suara untuk menyetujui atau menolak perubahan dalam struktur dewan komisaris maupun direksi. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap perubahan di level strategis telah mendapatkan restu dari pemilik modal dan tidak mengganggu stabilitas operasional bank.

Profil Ahmad Fajarprana dan Kontribusinya di Sektor Keuangan

Ahmad Fajarprana bukanlah sosok baru dalam dunia perbankan dan pengawasan keuangan di Indonesia. Sebelum bergabung dengan Bank Woori Saudara, ia dikenal luas melalui perannya sebagai Direktur di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Pengalaman di LPS memberikan ia pemahaman mendalam mengenai mekanisme perlindungan nasabah, stabilitas sistem perbankan, serta mitigasi risiko kegagalan bank.

Kehadiran figur dengan latar belakang regulator seperti Fajarprana di jajaran komisaris bank swasta biasanya bertujuan untuk: