Para investor asing ini tampaknya sedang menyusun strategi untuk melakukan akumulasi pada saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip) yang memiliki fundamental kuat. Mereka cenderung memanfaatkan momentum koreksi pasar untuk mendapatkan harga masuk yang lebih murah sebelum pasar kembali memasuki fase bullish.
Daftar Saham yang Menjadi Incaran dan Dilepas Asing
Meskipun IHSG melemah, pergerakan dana asing tidak merata di seluruh sektor. Fokus utama mereka tertuju pada saham-saham unggulan yang biasanya menjadi penggerak indeks. Namun, perlu dicatat bahwa di sisi lain, terdapat pula beberapa saham yang justru dilepas secara masif oleh asing saat mereka melakukan konsolidasi portofolio.
Berikut adalah gambaran umum dinamika saham yang terjadi saat koreksi ini berlangsung:
Saham yang Menjadi Fokus Akumulasi Asing
Dengan nilai net buy hampir Rp9 triliun, hampir dapat dipastikan bahwa sektor perbankan dan telekomunikasi menjadi primadona. Saham-saham dalam kategori ini biasanya memiliki likuiditas tinggi yang mampu menyerap arus modal asing dalam jumlah besar. Beberapa sektor yang mencatatkan akumulasi meliputi:
Sektor Perbankan (Big Caps): Saham-saham perbankan raksasa sering kali menjadi tujuan utama ketika asing melakukan rebalancing portofolio di pasar berkembang.
Sektor Infrastruktur Telekomunikasi: Perusahaan telekomunikasi besar juga menjadi pilihan karena stabilitas arus kasnya.
Sektor Konsumsi: Saham-saham defensif mulai dilirik sebagai pelindung nilai di tengah volatilitas pasar.
Saham yang Dilepas oleh Asing
Di balik aksi borong tersebut, investor asing juga melakukan manajemen risiko dengan melepas beberapa saham yang dianggap memiliki risiko lebih tinggi atau sedang mengalami penurunan fundamental. Berdasarkan pantauan, beberapa saham yang mengalami net sell oleh asing antara lain:
Saham-saham di sektor komoditas yang harganya sedang terkoreksi mengikuti harga pasar global.