DWJ Manajement - PORTAL

Komunikasi Berdampak, BRI Corcomm Bawa Narasi ESG Lebih Dekat ke Masyarakat

Oleh: DWJ-Manajement 03 Sep 2026
Komunikasi Berdampak, BRI Corcomm Bawa Narasi ESG Lebih Dekat ke Masyarakat

```html

Sabet Anugerah Hijau, Strategi Komunikasi BRI Berhasil Dekatkan Narasi ESG ke Masyarakat

Melalui komunikasi strategis yang berdampak, BRI membuktikan bahwa isu keberlanjutan bukan sekadar jargon perusahaan, melainkan aksi nyata yang dapat dipahami dan dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

JAKARTA – Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap isu perubahan iklim dan tanggung jawab sosial perusahaan, sektor perbankan dituntut untuk tidak hanya mengejar profitabilitas, tetapi juga mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau yang dikenal dengan istilah Environmental, Social, and Governance (ESG). Dalam upaya menjalankan misi besar ini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) berhasil mencatatkan prestasi membanggakan di bidang komunikasi korporat.

BRI baru saja dianugerahi penghargaan Anugerah Hijau dalam kategori Komunikasi Strategis untuk Program Keberlanjutan Berdampak. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan tim Corporate Communication (Corcomm) BRI dalam menerjemahkan narasi ESG yang kompleks menjadi pesan-pesan yang sederhana, inklusif, dan mudah diterima oleh berbagai lapisan masyarakat.

Transformasi Narasi Keberlanjutan di Sektor Perbankan

Selama ini, isu ESG seringkali dianggap sebagai topik yang "berat" dan hanya diperuntukkan bagi kalangan akademisi, investor, atau pembuat kebijakan. Banyak perusahaan terjebak dalam penggunaan terminologi teknis yang sulit dipahami oleh masyarakat awam, sehingga program keberlanjutan yang dijalankan seringkali hanya dianggap sebagai pemenuhan regulasi atau sekadar aktivitas public relations semata.

Namun, BRI melakukan pendekatan yang berbeda. Melalui fungsi Corporate Communication, BRI berupaya meruntuhkan sekat antara kebijakan korporasi yang tinggi dengan realitas di lapangan. Strategi ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya tahu bahwa BRI menjalankan program hijau, tetapi juga memahami bagaimana program tersebut berdampak langsung pada kehidupan mereka, mulai dari pelaku UMKM hingga komunitas lokal.

Keberhasilan ini menunjukkan adanya pergeseran paradigma dalam berkomunikasi. Komunikasi keberlanjutan bukan lagi tentang seberapa banyak laporan tahunan yang diterbitkan, melainkan seberapa besar resonansi pesan tersebut dalam mengubah perilaku dan kesadaran publik terhadap isu lingkungan dan sosial.

Tantangan Mengomunikasikan Isu ESG kepada Publik

Mengubah narasi ESG menjadi cerita yang menyentuh hati masyarakat bukanlah perkara mudah. Ada beberapa tantangan utama yang dihadapi oleh tim komunikasi korporat dalam menyampaikan isu keberlanjutan:

Kompleksitas Data: Mengubah angka-angka emisi karbon atau rasio pembiayaan hijau menjadi cerita manusiawi yang menarik.

Literasi Isu Lingkungan: Tingkat pemahaman masyarakat yang bervariasi terhadap konsep ekonomi hijau dan perubahan iklim.