Gelombang Tinggi: Memiliki tinggi di atas 2,5 meter hingga 4 meter, yang mulai dapat mengancam stabilitas kapal kecil hingga menengah.
Gelombang Ekstrem: Memiliki tinggi di atas 4 meter atau lebih, yang sering kali disertai dengan angin kencang dan dapat menyebabkan kerusakan struktur kapal.
Berdasarkan data tersebut, angka 1,56 meter menempatkan kondisi laut saat insiden berada pada zona aman relatif, atau setidaknya masih dalam koridor operasional yang lazim bagi kapal jenis transport cargo.
Mengapa Kapal Tetap Mengalami Kendala?
Meskipun gelombang laut dinyatakan tidak ekstrem, hal ini menimbulkan pertanyaan krusial: jika gelombang hanya setinggi 1,56 meter, faktor apa yang menyebabkan KM Virgo Transport 8 mengalami insiden? Widodo dan para ahli maritim lainnya menekankan bahwa keselamatan pelayaran tidak hanya bergantung pada satu variabel tunggal seperti tinggi gelombang.
Ada berbagai faktor multidimensi yang dapat memengaruhi stabilitas dan keselamatan sebuah kapal di tengah laut. Beberapa faktor tersebut antara lain:
Kondisi Teknis Kapal: Kerusakan pada sistem mesin, kebocoran lambung, atau kegagalan sistem kemudi dapat membuat kapal rentan meski di perairan tenang.
Distribusi Muatan (Stability): Penempatan kargo yang tidak presisi atau pergeseran muatan di dalam palka dapat mengubah titik berat kapal, sehingga kapal menjadi tidak stabil saat terkena gelombang sedang sekalipun.
Faktor Manusia (Human Error): Kesalahan dalam pengambilan keputusan navigasi atau kurangnya pengawasan terhadap prosedur operasional standar (SOP) di atas kapal.