DWJ Manajement - PORTAL

Tak Cuma Pangkas PPh 30%, Vietnam Bikin Lebih Banyak Penghasilan Bebas Pajak

Oleh: DWJ-Manajement 24 Aug 2026
Tak Cuma Pangkas PPh 30%, Vietnam Bikin Lebih Banyak Penghasilan Bebas Pajak

Mengapa Vietnam Memilih Jalur Pemangkasan Pajak?

Keputusan untuk memotong pajak di tengah upaya pemerintah menjaga defisit anggaran bukanlah hal yang tanpa risiko. Namun, bagi Hanoi, manfaat jangka panjang dari kebijakan ini dianggap jauh melampaui risiko fiskal jangka pendek. Ada beberapa faktor ekonomi mendalam yang mendorong langkah berani ini.

Mendorong Konsumsi Domestik di Tengah Ketidakpastian Global

Salah satu motor penggerak ekonomi Vietnam selama dekade terakhir adalah ekspor manufaktur. Namun, pemerintah menyadari bahwa ketergantungan yang terlalu tinggi pada pasar ekspor membuat ekonomi mereka rentan terhadap guncangan permintaan global. Oleh karena itu, memperkuat pasar domestik menjadi prioritas.

Dengan memangkas pajak penghasilan dan memperluas batas pendapatan bebas pajak, pemerintah secara langsung menyuntikkan "uang dingin" ke kantong masyarakat. Secara teori ekonomi, ketika pendapatan disposabel (pendapatan yang siap dibelanjakan) meningkat, maka tingkat konsumsi rumah tangga akan melonjak. Peningkatan konsumsi ini akan menciptakan efek domino: permintaan barang meningkat, produksi manufaktur lokal naik, dan akhirnya menciptakan lapangan kerja baru.

Memperkuat Daya Saing Talenta dan Investasi

Selain masalah konsumsi, kebijakan ini juga memiliki dimensi persaingan talenta. Vietnam sedang bertransformasi dari pusat manufaktur murah menjadi pusat teknologi dan manufaktur bernilai tambah tinggi. Untuk mendukung hal ini, mereka membutuhkan tenaga kerja terampil (skilled labor) yang kompetitif secara global.

Pajak penghasilan yang lebih rendah menjadi daya tarik bagi para profesional, ekspatriat, dan tenaga ahli internasional untuk menetap dan bekerja di Vietnam. Dengan beban pajak yang lebih ringan, Vietnam dapat memposisikan dirinya sebagai destinasi utama bagi talenta-talenta global, yang pada gilirannya akan mempercepat transfer teknologi dan inovasi di dalam negeri.

Dampak Terhadap Lanskap Ekonomi ASEAN

Langkah agresif Vietnam ini dipastikan akan mengubah peta persaingan ekonomi di Asia Tenggara. Negara-negara tetangga, termasuk Indonesia, Thailand, dan Malaysia, kini perlu memperhatikan bagaimana kebijakan fiskal Vietnam dapat mengalihkan arus modal dan tenaga kerja dari kawasan ini.

Persaingan Ketat dengan Indonesia dan Thailand

Indonesia dan Thailand selama ini menjadi pesaing utama Vietnam dalam menarik Investasi Asing Langsung (FDI). Indonesia telah melakukan berbagai reformasi melalui UU Cipta Kerja dan berbagai insentif pajak lainnya untuk menarik investor. Namun, jika Vietnam berhasil mengombinasikan kemudahan investasi dengan kebijakan pajak penghasilan yang sangat pro-masyarakat, hal ini dapat menciptakan tekanan bagi negara tetangga untuk melakukan penyesuaian serupa.

Vietnam tidak hanya mencoba menarik modal, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang kuat dari sisi permintaan (demand side). Jika Vietnam berhasil menciptakan kelas menengah yang kuat melalui kebijakan pajak ini, maka mereka tidak hanya menjadi tempat produksi yang efisien, tetapi juga pasar yang sangat besar bagi perusahaan global.