DWJ Manajement - PORTAL

Video: OJK Mau Pembiayaan Produktif Tembus 48%, Leasing Bisa Penuhi?

Oleh: DWJ-Manajement 03 Sep 2026
Video: OJK Mau Pembiayaan Produktif Tembus 48%, Leasing Bisa Penuhi?

Bagi industri leasing, target yang dicanangkan OJK ini bagaikan pedang bermata dua. Di satu sisi, ini adalah peluang besar untuk memperluas pangsa pasar ke segmen korporasi dan UMKM yang selama ini mungkin lebih banyak dilayani oleh perbankan. Namun di sisi lain, terdapat tantangan struktural dan risiko yang jauh lebih tinggi dibandingkan pembiayaan konsumtif.

Beberapa tantangan utama yang dihadapi oleh perusahaan leasing meliputi:

Profil Risiko yang Lebih Tinggi: Pembiayaan produktif sangat bergantung pada kesehatan bisnis debitur. Jika sektor industri tempat debitur bergerak sedang mengalami kontraksi, risiko gagal bayar (Non-Performing Financing/NPF) akan meningkat secara signifikan.

Analisis Kredit yang Lebih Kompleks: Berbeda dengan pembiayaan konsumtif yang bisa dinilai melalui skor kredit sederhana, pembiayaan produktif membutuhkan analisis mendalam terhadap laporan keuangan, prospek bisnis, hingga arus kas (cash flow) calon debitur.

Nilai Aset dan Depresiasi: Alat berat atau mesin industri memiliki karakteristik penyusutan dan nilai sisa yang berbeda dengan kendaraan pribadi. Hal ini menuntut manajemen risiko yang lebih presisi dalam menentukan nilai agunan.

Persaingan dengan Perbankan: Sektor produktif secara tradisional adalah "kandang" bagi perbankan. Perusahaan leasing harus mampu menawarkan fleksibilitas dan kecepatan proses yang tidak dimiliki bank untuk memenangkan pasar.

Strategi Transformasi Multifinance

Untuk menjawab tantangan tersebut dan memenuhi ekspektasi regulator, perusahaan leasing tidak bisa lagi menggunakan pola lama. Dibutuhkan transformasi menyeluruh, mulai dari model bisnis hingga pemanfaatan teknologi.