DWJ Manajement - PORTAL

Viral Dua JPO Rasuna Said Bikin Bingung, Konektivitas Antarmoda Jadi Sorotan

Oleh: DWJ-Manajement 06 Aug 2026
Viral Dua JPO Rasuna Said Bikin Bingung, Konektivitas Antarmoda Jadi Sorotan

Viral! Dua JPO di Rasuna Said Berdampingan Tapi Tak Terhubung, Komuter Keluhkan Konektivitas Antarmoda

JAKARTA - Sebuah fenomena unik sekaligus membingungkan tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berdiri megah di kawasan Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, justru menjadi sorotan karena kondisi yang tidak lazim: keduanya berdiri berdampingan namun sama sekali tidak saling terhubung.

Kondisi infrastruktur ini memicu kritik dari para pengguna transportasi umum yang setiap hari melintasi kawasan jantung bisnis tersebut. Alih-alih mempermudah pergerakan pejalan kaki, keberadaan dua JPO yang "terputus" ini justru dianggap menambah kerumitan jalur mobilitas warga di ibu kota.

Paradoks Infrastruktur di Jantung Jakarta

Jalan H.R. Rasuna Said selama ini dikenal sebagai salah satu urat nadi transportasi paling vital di Jakarta. Kawasan ini dipenuhi dengan gedung perkantoran tinggi, kedutaan besar, hingga menjadi titik temu berbagai moda transportasi massal seperti TransJakarta dan LRT Jabodebek. Namun, pemandangan di salah satu titik JPO di kawasan ini justru menunjukkan adanya ketidaksinkronan dalam pembangunan infrastruktur.

Berdasarkan pantauan dan unggahan yang viral di media sosial, terlihat dua struktur JPO yang secara visual tampak modern dan kokoh. Namun, ketika pejalan kaki mencoba melintasi salah satunya, mereka akan menemukan bahwa jembatan tersebut tidak menyambung ke jalur pedestrian atau moda transportasi lain secara langsung. Hal ini memaksa pengguna jalan untuk turun kembali ke level jalan raya, menyeberang di zebra cross, atau mencari jalur memutar yang jauh lebih panjang.

Fenomena ini menjadi sebuah ironi. Di satu sisi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya mempercantik wajah kota dengan membangun JPO yang estetis dan modern. Namun di sisi lain, aspek fungsionalitas dan keterhubungan antar-infrastruktur seolah terabaikan dalam proses perencanaannya.

Dampak Bagi Komuter dan Pejalan Kaki

Bagi warga Jakarta yang mengandalkan transportasi publik, waktu dan efisiensi adalah segalanya. Ketidakterhubungan dua JPO ini bukan sekadar masalah visual, melainkan masalah efisiensi mobilitas. Berikut adalah beberapa dampak nyata yang dirasakan oleh para komuter: