Keluhan Petani dan Harapan pada Pemerintah
Banyak petani yang kini hanya bisa pasrah melihat kondisi sawah mereka yang mulai menguning bukan karena siap panen, melainkan karena kekurangan air. Mereka berharap pemerintah daerah, melalui Dinas Pertanian dan Dinas Pekerjaan Umum, segera melakukan langkah-langkah darurat.
"Kami tidak tahu harus bagaimana lagi. Kalau air tidak mengalir, modal yang sudah keluar untuk bibit dan pupuk bisa hilang begitu saja. Kami berharap ada bantuan pompa atau setidaknya pengaturan pembagian air yang lebih adil agar semua sawah bisa mendapat jatah," ujar salah satu petani di wilayah Haurgeulis.
Beberapa langkah mitigasi yang diharapkan oleh masyarakat antara lain:
Penyaluran bantuan pompa air ke titik-titik sawah yang paling terdampak.
Optimalisasi penggunaan sumur bor untuk kebutuhan irigasi darurat.
Pengaturan jadwal pembagian air irigasi secara ketat dan merata.
Pemberian bantuan subsidi atau asuransi pertanian bagi petani yang mengalami gagal panen.
Kesimpulan
Mengeringnya Waduk Cipancuh di Indramayu merupakan sinyal bahaya bagi sektor pertanian di lima kecamatan terdampak. Kemarau panjang selama dua bulan terakhir telah menguras cadangan air yang menjadi urat nadi kehidupan para petani. Jika tidak ada intervensi cepat dan terintegrasi dari pemerintah, baik dalam bentuk bantuan teknis maupun manajemen distribusi air, risiko gagal panen massal menjadi ancaman yang sangat nyata bagi ketahanan pangan di wilayah Indramayu.