DWJ Manajement - PORTAL

YouTuber Bigmo Promosi Vape Bareng Anak-anak, Komdigi Tegur YouTube

Oleh: DWJ-Manajement 03 Aug 2026
YouTuber Bigmo Promosi Vape Bareng Anak-anak, Komdigi Tegur YouTube

Kontroversi Konten Vape Bigmo: Komdigi Tegur YouTube Terkait Promosi Produk Tembakau pada Anak

YouTuber Bigmo sampaikan permohonan maaf setelah terlibat dalam promosi vape yang melibatkan anak-anak, memicu reaksi keras dari pemerintah.

Dunia digital Indonesia kembali diguncang oleh isu etika konten kreator yang menyentuh ranah perlindungan anak. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada seorang YouTuber ternama, Bigmo, yang diduga melakukan promosi produk rokok elektrik atau vape dengan melibatkan anak-anak dalam kontennya. Tak hanya mengecam tindakan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) secara resmi telah melayangkan teguran keras kepada platform YouTube sebagai penyedia layanan.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi para pembuat konten di tanah air mengenai batasan etika dan regulasi yang berlaku, terutama ketika konten yang dihasilkan memiliki potensi dampak kesehatan jangka panjang bagi generasi muda. Penggunaan anak-anak sebagai objek dalam promosi produk yang bersifat adiktif dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap norma sosial maupun aturan perlindungan anak.

Kronologi dan Detil Kontroversi Konten Bigmo

Peristiwa ini bermula saat sebuah konten video di kanal YouTube Bigmo viral dan memicu perdebatan di kalangan netizen serta pengamat media sosial. Dalam video tersebut, terlihat adanya aktivitas penggunaan atau pengenalan produk vape yang dilakukan dalam lingkungan yang melibatkan anak-anak. Meskipun konten tersebut dikemas dengan gaya hiburan khas YouTuber, unsur promosi produk tembakau/vape yang melibatkan anak-anak menjadi titik krusial yang memicu kemarahan publik.

Banyak pihak menilai bahwa tindakan ini bukan sekadar hiburan, melainkan bentuk normalisasi penggunaan vape di kalangan usia dini. Anak-anak yang menjadi penonton maupun yang terlibat dalam video tersebut rentan meniru perilaku yang ditampilkan oleh idola mereka. Hal inilah yang kemudian memicu respons cepat dari otoritas terkait.

Beberapa poin utama yang menjadi keberatan publik dan pemerintah antara lain:

Normalisasi Produk Adiktif: Menampilkan vape dalam konteks yang tampak "keren" atau "lucu" di hadapan anak-anak dapat merusak persepsi mereka terhadap bahaya produk tembakau.

Pelanggaran Etika Perlindungan Anak: Menggunakan anak-anak sebagai bagian dari promosi produk yang dilarang untuk usia di bawah umur adalah pelanggaran etika berat.

Ketidakpatuhan terhadap Regulasi Iklan: Di Indonesia, terdapat aturan ketat mengenai batasan usia dan cara promosi produk tembakau/vape yang tidak boleh menyasar anak-anak atau remaja.

Langkah Tegas Komdigi dan Tanggapan Terhadap YouTube