DWJ Manajement - PORTAL

YouTuber Bigmo Promosi Vape Bareng Anak-anak, Komdigi Tegur YouTube

Oleh: DWJ-Manajement 03 Aug 2026
YouTuber Bigmo Promosi Vape Bareng Anak-anak, Komdigi Tegur YouTube

Para pakar kesehatan dan psikolog turut memberikan perhatian serius terhadap kasus ini. Pengaruh seorang YouTuber terhadap pengikutnya, terutama anak-anak dan remaja, sangatlah masif. Fenomena social learning atau pembelajaran sosial menunjukkan bahwa anak-anak cenderung meniru tindakan tokoh yang mereka kagumi tanpa memikirkan konsekuensi jangka panjangnya.

Dari sisi kesehatan, penggunaan vape pada usia dini memiliki risiko yang sangat berbahaya. Paru-paru anak masih dalam masa perkembangan, dan paparan terhadap nikotin serta zat kimia lainnya dalam liquid vape dapat mengganggu fungsi organ serta memicu ketergantungan sejak usia dini. Secara psikologis, normalisasi penggunaan zat adiktif melalui konten hiburan dapat mengaburkan pemahaman anak mengenai pola hidup sehat.

Kasus Bigmo menjadi pelajaran penting bagi para orang tua untuk lebih ketat dalam mengawasi konsumsi media digital anak-anak mereka. Literasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak agar anak-anak tidak terpapar konten yang merusak secara fisik maupun mental.

Tanggung Jawab Bersama: Konten Kreator, Platform, dan Orang Tua

Persoalan ini sebenarnya mencerminkan tantangan besar dalam ekosistem digital saat ini. Ada tiga pilar utama yang harus bekerja sama untuk menciptakan ruang digital yang sehat:

Konten Kreator: Harus memiliki kesadaran moral dan pemahaman hukum yang kuat. Popularitas dan penghasilan tidak boleh mengabaikan tanggung jawab sosial dan etika terhadap audiens, terutama anak-anak.

Platform Digital: Harus memiliki algoritma dan sistem moderasi yang lebih cerdas dalam menyaring konten yang melanggar hukum setempat, bukan sekadar mengikuti standar global yang mungkin tidak selaras dengan budaya atau hukum di suatu negara.

Pemerintah: Harus terus hadir dengan regulasi yang adaptif dan pengawasan yang konsisten agar tidak terjadi kekosongan hukum di ruang siber.

Tanpa sinergi dari ketiga pihak ini, konten-konten yang berisiko bagi generasi mendatang akan terus bermunculan dengan berbagai kemasan baru yang lebih sulit dideteksi.

Kesimpulan

Kasus promosi vape oleh YouTuber Bigmo yang melibatkan anak-anak merupakan pengingat keras akan rapuhnya batasan etika di dunia digital. Teguran Komdigi terhadap YouTube menunjukkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjaga ruang digital Indonesia dari konten yang membahayakan tumbuh kembang anak. Meskipun Bigmo telah mengakui kesalahan dan meminta maaf, kasus ini harus menjadi titik balik bagi seluruh kreator konten untuk lebih bertanggung jawab. Keamanan dan kesehatan generasi muda tidak boleh dikorbankan demi konten yang viral atau keuntungan semata. Kolaborasi antara pengawasan pemerintah, moderasi platform yang ketat, dan peran aktif orang tua adalah kunci utama dalam melindungi anak-anak dari dampak negatif dunia digital.