Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tidak tinggal diam melihat fenomena ini. Sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas pengawasan ruang digital di Indonesia, Komdigi menegaskan bahwa platform global seperti YouTube memiliki tanggung jawab besar dalam melakukan moderasi konten secara ketat.
Teguran yang disampaikan Komdigi kepada YouTube bukan tanpa alasan. Pemerintah menyoroti lemahnya sistem filtrasi konten yang memungkinkan materi sensitif—yang melibatkan anak-anak dan produk tembakau—tersebar luas tanpa pengawasan yang memadai. Komdigi mendesak YouTube untuk lebih proaktif dalam mendeteksi konten yang melanggar hukum perlindungan anak dan regulasi periklanan produk tembakau di Indonesia.
Pihak kementerian menekankan bahwa platform digital tidak boleh hanya mengejar keuntungan dari trafik dan iklan, tetapi juga harus menjamin keamanan pengguna, terutama kelompok rentan seperti anak-anak. Jika platform tidak mampu melakukan moderasi secara efektif, pemerintah tidak segan untuk mengambil langkah hukum yang lebih tegas sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia.
Permintaan Maaf dan Pengakuan Kesalahan Bigmo
Menanggapi gelombang kritik yang menerpa dirinya, YouTuber Bigmo akhirnya muncul ke publik untuk memberikan klarifikasi. Melalui pernyataan resminya, Bigmo menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada orang tua dan pihak yang merasa dirugikan oleh konten tersebut.
Bigmo mengakui adanya kekhilafan dalam proses produksi kontennya. Ia menyatakan bahwa tidak ada niat sengaja untuk mengajak anak-anak menggunakan vape, namun ia menyadari bahwa pengambilan keputusan dalam konten tersebut sangat tidak bijak dan mengabaikan aspek edukasi serta keselamatan.
Dalam pernyataannya, Bigmo juga berkomitmen untuk:
Menghapus konten yang dianggap bermasalah dari seluruh platform digitalnya.
Melakukan evaluasi mendalam terhadap tim produksi kontennya agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Lebih berhati-hati dalam memilih materi konten yang melibatkan anak-anak agar tetap sesuai dengan norma dan hukum.
Meskipun permintaan maaf telah disampaikan, banyak pihak yang berpendapat bahwa sanksi sosial dan pengawasan dari pemerintah tetap harus berjalan untuk memberikan efek jera bagi para influencer lainnya.
Dampak Psikologis dan Risiko Kesehatan bagi Generasi Muda