Visi Strategis Solikin M. Juhro: Menjawab Tantangan 'Trilema Keberlanjutan' di Bank Indonesia
Dalam proses seleksi Calon Deputi Gubernur BI, Solikin menekankan urgensi keseimbangan antara stabilitas moneter, pertumbuhan ekonomi, dan aspek keberlanjutan global.
Proses seleksi calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) kini memasuki babak krusial. Salah satu kandidat kuat, Solikin M. Juhro, memberikan sorotan tajam mengenai arah kebijakan bank sentral di masa depan. Dalam keterangannya, Solikin menegaskan bahwa Bank Indonesia tidak lagi bisa hanya berfokus pada mandat tradisionalnya saja, melainkan harus mampu menavigasi apa yang ia sebut sebagai "trilema keberlanjutan" (sustainability trilemma).
Visi besar ini muncul di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks, di mana tantangan yang dihadapi bank sentral tidak lagi terbatas pada pengendalian inflasi dan stabilitas nilai tukar Rupiah semata. Solikin melihat adanya pergeseran paradigma di mana stabilitas keuangan harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan serta sosial.
Membedah Konsep 'Trilema Keberlanjutan'
Dalam dunia kebijakan moneter konvensional, bank sentral seringkali dihadapkan pada pilihan sulit antara menjaga stabilitas harga (inflasi) dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun, Solikin M. Juhro memperluas cakupan tantangan tersebut dengan memasukkan dimensi ketiga: keberlanjutan (sustainability).
Menurut pandangan Solikin, "trilema keberlanjutan" adalah kondisi di mana otoritas moneter harus menyeimbangkan tiga kepentingan besar yang seringkali saling bertentangan dalam jangka pendek:
Stabilitas Moneter dan Harga: Menjaga inflasi agar tetap berada dalam sasaran dan memastikan stabilitas nilai tukar Rupiah untuk menjaga daya beli masyarakat serta kepastian usaha.
Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif: Memastikan kebijakan moneter dan makroprudensial mampu menciptakan ruang bagi sektor riil untuk tumbuh, menyediakan lapangan kerja, dan mendukung pemerataan ekonomi.
Keberlanjutan Lingkungan dan Sosial: Mengintegrasikan risiko perubahan iklim dan transisi ekonomi hijau ke dalam kerangka kebijakan keuangan untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak mengorbankan masa depan planet dan kesejahteraan sosial jangka panjang.