DWJ Manajement - PORTAL

Jelang Puncak El Nino, Indonesia Bakal Makin Kering

Oleh: DWJ-Manajement 12 Aug 2026
Jelang Puncak El Nino, Indonesia Bakal Makin Kering

Tidak hanya pertanian, ketersediaan air bersih untuk kebutuhan domestik juga berada dalam ancaman. Sumur-sumur warga di banyak tempat diprediksi akan mengalami penurunan muka air tanah. Hal ini akan memaksa masyarakat, terutama di daerah pinggiran kota dan pedesaan, untuk mengeluarkan biaya lebih tinggi demi mendapatkan akses air bersih, atau dalam kondisi terburuk, menghadapi kelangkaan air yang ekstrem.

Langkah Mitigasi: Apa yang Harus Dilakukan?

Menghadapi ancaman El Nino yang semakin nyata, diperlukan langkah-langkah mitigasi yang terintegrasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat luas. Upaya preventif harus dilakukan jauh sebelum puncak fenomena ini tercapai.

Pemerintah perlu memastikan manajemen sumber daya air berjalan secara optimal, seperti melalui optimalisasi waduk, embung, dan bendungan untuk cadangan air selama musim kemarau. Selain itu, pengawasan terhadap penggunaan air di sektor industri dan pertanian skala besar harus diperketat agar tidak mengganggu kebutuhan dasar masyarakat.

Bagi masyarakat, langkah-langkah sederhana namun konsisten dapat membantu mengurangi dampak kekeringan. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan:

Hemat Penggunaan Air: Gunakan air secara bijak untuk keperluan mandi, mencuci, dan menyiram tanaman.

Hindari Membakar Sampah atau Lahan: Jangan melakukan pembakaran di area terbuka, terutama di lahan kering atau dekat hutan, untuk mencegah Karhutla.

Menyiapkan Cadangan Air: Mulai menampung air hujan saat masih ada kesempatan atau menyiapkan tandon air di rumah.

Pantau Informasi Cuaca: Selalu mengikuti perkembangan informasi dari BMKG untuk mengantisipasi perubahan cuaca ekstrem.

Kesimpulan

Fenomena El Nino yang mendekati puncaknya merupakan tantangan serius bagi Indonesia. Dengan potensi kekeringan yang mencakup 73,8% wilayah, ancaman terhadap ketersediaan air, risiko kebakaran hutan yang masif, hingga krisis ketahanan pangan tidak bisa dipandang sebelah mata. Sinergi antara peringatan dini dari otoritas terkait dengan kesiapsiagaan masyarakat dan kebijakan pemerintah yang tepat sasaran menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak negatif dari fenomena alam ini. Kewaspadaan sejak dini adalah langkah terbaik untuk menghadapi musim kering yang ekstrem ini.